Friday, December 20, 2013

Selama 2,5 tahun memelihara kalkun. ada beberapa pengalaman yang mungkin dapat Anda lakukan.
Pertama kali memelihara Turkey ini memang tidak langsung berhasil, terbukti 24 telur dihasilkan tidak ada sisa DOTpun. saat umur 3 bulan semua DOT mati terserang  beberapa penyakit, memang saat itu kondisi tidak memungkinkan.

Pada bulan Oktober - Maret masih dalam musim penghujan jadi pada musim ini tidaklah bangus untuk perkembangan DOT kalkun. Bagaimana TIPs nya? Berikut beberapa penjelasan dari pengalaman saya memelihara DOT.

1.DOT harus segera di pisahkan dari induknya selepas menetas. Secara psikologi mungkin (karena saya tidak paham lo..) jantan akan menghampiri bila ada suara DOT. Disinilah kejadiannya semua DOT mati terinjak, disamping itu pula banyak indukan kalkun yang suka memberikan peluang bagi yang lain untuk mengerami bersama. Jadi segera pindahkan DOT ke tempat yang aman.





2. Pastikan ada penghangat bagi DOT
gunakan lampu bolan 15-25 watt

3. Pisahkan dan layani bila ada  yang sakit
jika datang musim penghujan banyak DOT yang terserang penyakit, pilek, nafsu makan berkurang, tetelo dll

demikian sedikit catatan yang saya berikan, untuk selanjutkan akan di terukan lain waktu... yooo. jangan lupa berkunjung selalu.



Friday, December 6, 2013


Penyakit ini disebabkan oleh virus familia poxviridae dan genus Avipoxvirus. Kalkun yang terserang dipenuhi bercak-bercak merah diseluruh tubuhnya. Pengobatan dan pencegahan dengan vaksin dilakukan setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter hewan. Sebagai obat tradisional, kita bisa membuat ramuan dari bensin yang dicampur oli (baru). Campuran ini kita kuaskan pelan-pelan ke permukaan tubuh yang terkena bercak-bercak cacar. Beberapa peternak mengatakan cara tradisional ini cukup ampuh.